Di penghujung November tahun 2022 ini bagi Pengelola dan Pengurus Desa Wisata Kreatif Terong ada tambahan sebuah pembelajaran dan pengalaman berharga yang didapatkan dari kunjungan wisata sekolah dan wisata edukasi siswa/i SMX Of School Makers Bogor. Betapa tidak dengan semangat ingin maju bersama pada akhirnya beberapa atraksi dan paket wisata dari lima (5) Pokdarwis/Desa Wisata yang ada di Pulau Belitung dapat dikolaborasikan dengan baik dan sukses. Dan ini baru pertama kalinya dilakukan oleh sebuah desa wisata yang ada di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang secara ril kunjungan wisatawannya. Selama ini yang terjadi paling hanya menawarkan atraksi atau paket wisata hanya dalam satu kawasan desa wisata tertentu.
Lalu apa pembelajaran yang didapatkan dari kesuksesan Bersama ini ?
Pertama adalah pentingnya sebuah produk wisata (paket wisata & atraksi) suatu desa wisata yang benar-benar bisa menjual dan meyakinkan wisatawan yang ingin berkunjung bahwa saat mereka ingin datang mereka akan benar-benar mendapatkan suguhan yang unik dan menarik yang ketika mereka melihat dan melakukannya akan menjadi pengalaman paling berharga dalam belajar bagaimana mengenal kayanya budaya dan kearifan lokal Indonesia. Dengan pengemasan produk wisata yang baik dan menarik pastinya akan menambah keyakinan calon wisatawan ingin membeli produk wisata tersebut.
Kedua adalah pentingnya narasi dan literasi suatu desa wisata/komunitas yang menjelaskan secara singkat, jelas dan padat bagaimana unik dan menariknya tentang keberadaan suatu desa wisata. Baik narasi tentang terbentuknya suatu desa wisata, asal muasal nama desa, keanekaragaman budaya dan lain sebagainya. Narasi dibuat menarik dengan tata bahasa yang mudah dipahami sehingga jadilah sebuah literasi yang secara turun temurun akan menjadi pedoman orang banyak untuk mengenal dan menyepakatinya menjadi sebuah bahan ajar yang baik.
Ketiga adalah pentingnya mem-branding dan mempromosikan produk wisata dengan konsisten melalui media sosial gratis apalagi yang berbayar (website, iklan Instagram, google ads dll). Terkadang yang membuat orang lain atau wisatawan tidak mengenal suatu desa wisata/komunitas wisata karena memang belum terbranding dengan optimal atau tidak terpromosikan dengan baik. Sehingga ketika di jaman yang sudah serba digital (online) saat ini, ketika orang lain mencari informasi melalui google atau browsing di internet nama desa wisata/komunitas wisata yang bersangkutan tidak pernah muncul. Ada kadang yang rutin posting produk wisata di media sosial tapi masih dengan cara yang keliru sehingga algoritma di google tidak “mengenalnya” dengan baik. Lalu bagaimana agar algoritma google bisa “mengenali” produk wisata atau desa wisata Kita ? Salah satu cara termudah setelah menulis caption dengan baik adalah menulis hastage tertentu yang kemudian bisa mengaitkan produk desa wisata Kita dengan produk-produk wisata yang sudah terlebih dahulu muncul atau dikenal. Atau ketika wisatawan mencari destinasi tertentu maka destinasi/desa wisata Kita akan terikut dengan sendirinya disana. Makanya untuk konsisten dan komitmen mempromosikan produk wisata di media sosial itu adalah hal yang tak bisa dihindari di jaman serba digital saat ini. Jadi sangatlah diperlukan adanya tim khusus di kelembagaan desa wisata yang melakukan promosi dan branding secara rutin, benar dan terencana dengan baik.
Keempat adalah pentingnya membangun jejaring antar desa wisata dan komunitas wisata yang ada dengan cara sering melakukan kunjungan lapangan dan silaturahim. Saling tukar informasi dan pengetahuan terbaru tentang perkembangan terkini pariwisata nusantara maupun pariwisata global. Membangun jejaring desa wisata juga jangan di artikan sulit atau akan menghabiskan waktu percuma, tetapi lakukanlah dengan memanfaatkan waktu-waktu berkualitas walau Cuma sebentar. Jangan juga membangun jejaring desa wisata hanya sebatas dalam satu wilayah kabupaten dan kota, tetapi lakukanlah dengn bertahap mengjangkau antar propinsi, antar kabupaten bahkan jika sudah mampu lakukan bangun jejaring antar negara. Cara paling sederhanapun bisa dilakukan dengan invite media sosial desa wisata atau pelaku desa wisata yang sudah terlebih dahulu maju dari Kita. Misal seperti media sosial Desa Wisata Pentingsari, media sosial Desa Wisata Candirejo, media sosial Desa Wisata Ngelanggeran, media sosial Desa Wisata Penglipuran Bali dan lain-lainnya. Begitu pula media sosial pelaku dan peintis desa wisata yang sudah maju seperti media sosial Mas Panji Kusumah, media sosial Mas Joko Winarno, media sosial Mas Sugeng Handoko, media sosial Mas Hannif Andy Al Anshori dan lain-lainnya. Dari meng-invite media sosial mereka pada akhirnya akan banyak manfaat positif yang didapatkan. Satu sisi bagian dari membangun jejaring desa wisata itu sendiri dan sisi lain Kita bisa banyak belajar tentang mengelola desa wisata yang baik dari melihat dan membaca postingan-postingan mereka yang menginspirasi.
Tentunya tulisan ini bukan sesuatu yang mengikat harus dilakukan dengan mutlak proses-proses tersebut di atas. Tulisan ini hanyalah sebuah pengalaman yang mungkin juga bisa makin membuka semangat para pengelola desa wisata lain untuk mari terus bergerak maju. Bahkan mungkin pula pengalaman kawan-kawan pengelola desa wisata lain bisa lebih hebat dari ini untuk ayok sama-sama berbagi cerita agar bisa saling menginspirasi.
Penulis : Iswandi (Perintis dan Pengelola Desa Wisata Kreatif Terong Belitung)